Sabtu, 20 Maret 2010

Mengenal Bidadari Penduduk Surga


Profil Bidadari Surga

Di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah r.a.,ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,
” Rombongan pertama yang melesat ke surga, rupa mereka seperti rembulan di malam purnama. Didalam surga, mereka tidak meludah, tidak membuang ingus, dan tidak buang air besar atau kecil. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak. Pedupaan mereka adalah kayu gaharu yang harum. Keringat mereka harum seperti minyak kesturi. Setiap orang akan mendapat dua orang istri yang terlihat sumsum tulang betisnya dari balik dagingnya, karena indahnya. Mereka tak saling bertengkar atau membenci.Hati mereka menyatu, bertasbih menyucikan Allah di pagi dan petang hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Wahab meriwayatkan hadits yang berasal dari Abu Said al-khudri r.a., ia berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ” Seorang laki-laki di surga akan didatangi oleh seorang wanita yang menepuk pundaknya. Lalu pria itu dapat melihat wajahnya sendiri pada pipi wanita tersebut yang lebih jernih dari cermin. Mutiara terkecil yang menghiasinya dapat menerangi cakrawala dari timur ke barat. Wanita itu lantas memberi salam kepadanya dan laki-laki itu menjawab salamnya, kemudian bertanya, ‘Kamu ini siapa?’ Wanita jeli itu menjawab, ‘Aku adalah bonus(tambahan) bagimu. ‘ Ia mengenakan tujuh puluh pakaian, bagian bawahnya seperti daun nu’man dari lembah Thuwa. Ketika laki-laki itu memandangnya, maka pandangan itu menembus hingga sumsum tulang betis wanita itu yang ada di balik pakaiannya. Di kepala wanita itu ada beberapa mahkota cahaya yang berkilauan, dimana mahkota yang kecil saja dapat menerangi cakrawala di antara timur dan barat.”(HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
Ibnu Wahab meriwayatkan hadits yang berasal dari Abu Said al-Khudri r.a., bahwa Nabi saw. bersabda, ” Penduduk surga yang paling rendah kedudukannya adalah yang memiliki delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua isteri bidadari. Ia diberi mahkota yang terbuat dari mutiara dan permata, seluas area yang ada antara Jabiyah dan Shan’a.” (HR. at-Tirmidzi)
“Seorang mukmin di surga akan mendapat kekuatan ini dan ini untuk berhubungan dengan wanita.” Aku bertanya, ” Wahai Rasulullah, apakah ia mampu melakukannya?” Beliau menjawab,”Ia diberi kekuatan seratus kali lipat.” Anas bin Malik kepada Rasulullah. (HR. at-Tirmidzi)
Di dalam Sunan Ibnu Majah disebutkan dari Usamah bin Zaid r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Apakah kalian siap menuju surga? Sesungguhnya di surga itu tidak ada kekhawatiran. Demi Tuhan Ka’bah, surga itu mempunyai cahaya yang berkilauan, harum semerbak, kerajaan yang megah, sungai yang mengalir, buah-buahan yang segar dan masak, isteri-isteri yang cantik jelita, pakaian yang banyak, tempat menetap yang abadi, negeri yang damai dan penuh buah-buahan, sayu-sayuran, kegembiraan, dan kenikamatan di tempat yang tinggi dan indah.” Para shahabat berkata, “Benar wahai Rasulullah, kami siap menuju surga.” Beliau bersabda, ” Katakan, jika Allah menghendaki (insya Allah)!” Lalu mereka berkata, “Insya Allah!”
Jika memang masih ada sedikit iman di hati anda… Siapkah anda melamar bidadari tersebut? Mari katakan, “Insya Allah!”
Dikutip dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Ibnu Qayyim Al-Jauziah

Di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah r.a.,ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,

” Rombongan pertama yang melesat ke surga, rupa mereka seperti rembulan di malam purnama. Didalam surga, mereka tidak meludah, tidak membuang ingus, dan tidak buang air besar atau kecil. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak. Pedupaan mereka adalah kayu gaharu yang harum. Keringat mereka harum seperti minyak kesturi. Setiap orang akan mendapat dua orang istri yang terlihat sumsum tulang betisnya dari balik dagingnya, karena indahnya. Mereka tak saling bertengkar atau membenci.Hati mereka menyatu, bertasbih menyucikan Allah di pagi dan petang hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Wahab meriwayatkan hadits yang berasal dari Abu Said al-khudri r.a., ia berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ” Seorang laki-laki di surga akan didatangi oleh seorang wanita yang menepuk pundaknya. Lalu pria itu dapat melihat wajahnya sendiri pada pipi wanita tersebut yang lebih jernih dari cermin. Mutiara terkecil yang menghiasinya dapat menerangi cakrawala dari timur ke barat. Wanita itu lantas memberi salam kepadanya dan laki-laki itu menjawab salamnya, kemudian bertanya, ‘Kamu ini siapa?’ Wanita jeli itu menjawab, ‘Aku adalah bonus(tambahan) bagimu. ‘ Ia mengenakan tujuh puluh pakaian, bagian bawahnya seperti daun nu’man dari lembah Thuwa. Ketika laki-laki itu memandangnya, maka pandangan itu menembus hingga sumsum tulang betis wanita itu yang ada di balik pakaiannya. Di kepala wanita itu ada beberapa mahkota cahaya yang berkilauan, dimana mahkota yang kecil saja dapat menerangi cakrawala di antara timur dan barat.”(HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Ibnu Wahab meriwayatkan hadits yang berasal dari Abu Said al-Khudri r.a., bahwa Nabi saw. bersabda, ” Penduduk surga yang paling rendah kedudukannya adalah yang memiliki delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua isteri bidadari. Ia diberi mahkota yang terbuat dari mutiara dan permata, seluas area yang ada antara Jabiyah dan Shan’a.” (HR. at-Tirmidzi)

“Seorang mukmin di surga akan mendapat kekuatan ini dan ini untuk berhubungan dengan wanita.” Aku bertanya, ” Wahai Rasulullah, apakah ia mampu melakukannya?” Beliau menjawab,”Ia diberi kekuatan seratus kali lipat.” Anas bin Malik kepada Rasulullah. (HR. at-Tirmidzi)

Di dalam Sunan Ibnu Majah disebutkan dari Usamah bin Zaid r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Apakah kalian siap menuju surga? Sesungguhnya di surga itu tidak ada kekhawatiran. Demi Tuhan Ka’bah, surga itu mempunyai cahaya yang berkilauan, harum semerbak, kerajaan yang megah, sungai yang mengalir, buah-buahan yang segar dan masak, isteri-isteri yang cantik jelita, pakaian yang banyak, tempat menetap yang abadi, negeri yang damai dan penuh buah-buahan, sayu-sayuran, kegembiraan, dan kenikamatan di tempat yang tinggi dan indah.” Para shahabat berkata, “Benar wahai Rasulullah, kami siap menuju surga.” Beliau bersabda, ” Katakan, jika Allah menghendaki (insya Allah)!” Lalu mereka berkata, “Insya Allah!”

Jika memang masih ada sedikit iman di hati anda… Siapkah anda melamar bidadari tersebut? Mari katakan, “Insya Allah!”

Dikutip dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Ibnu Qayyim Al-Jauziah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar